Kata Kerja (الفعل)
الفعل هو كلمة دلّت على معنًى في نفسها واقترنتْ بأحد الأزمنة الثلاثة.
Kata kerja (fi’il) adalah setiap kata yang menunjukkan suatu makna pada dirinya sendiri dan berkaitan dengan salah satu dari tiga keterangan waktu. (Lihat An Nahwu At Tathbiqy karya Khalid Abdul Aziz, halaman 9).
Adapun maksud dari tiga keterangan waktu yaitu:
| Masa lampau | الــمَاضِي |
| Masa sekarang (yang sedang terjadi) | الـحَال |
| Masa yang akan datang | الـمُـسْتَقْبَل |
Contoh:
| Keterangan Waktu | Contoh Kata | Makna | Keterangan |
| الـماضي | قَــرَأَ | Telah Membaca | Menunjukkan aktivitas membaca yang sudah dilakukan |
| الـحال | َــقْرَأُ | Sedang Membaca | Menunjukkan aktivitas membaca yang sedang dilakukan |
| الـمستقبل | اِقْــرَأْ | Bacalah | Menunjukkan akan adanya aktivitas membaca yang akan dilakukan oleh orang yang diberi perintah |
Pembagian Kata Kerja (Aqsamul Fi’il)
Kata kerja (fi’il) jika dilihat dari segi keterangan waktu terbagi menjadi tiga jenis: Madhi (مَاضٍ), Mudhari’ (مُضَارِع), dan Amr (أَمْر).
1 – Fi’il Madhi
الـماضي هو ما دلّ على حدث وقع قبل زمان التكلم.
Fi’il Madhi adalah kata yang menunjukkan suatu perbuatan atau aktivitas yang telah terjadi sebelum waktu pembicaraan. (Lihat An Nahwu At Tathbiqy karya Khalid Abdul Aziz, halaman 9).
أو هو كل فعل يدلّ على حصول عمل في الزمن الـماضي.
Atau setiap fi’il (kata kerja) yang menunjukkan terjadinya suatu perbuatan atau aktivitas pada masa lampau. (Lihat Taisiiru Qowa’id An Nahwi Lil Mubtadi’in karya Muhammad bin Shalih Al Usaimin, halaman 26).
Contoh:
| Khalid telah membaca majalah | قَـرَأَ خَالِدٌ الْـمَجَلَّةَ |
| Siswa telah menulis pelajaran | كَـتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ |
| Saudaraku telah mendengar adzan maghrib | سَـمِعَ أَخِي أَذَانَ الْـمَغْرِبِ |
Fi’il Madhi memiliki ciri khusus yang membedakannya dari jenis fi’il yang lain. Ciri tersebut ialah:
- Dapat menerima Ta’ Ta’nits as-Sakinah ( ( تاء التأنيث الساكنة , yaitu huruf Ta’ sukun yang menunjukkan bahwa pelaku ( فاعل ) dari suatu kata kerja adalah perempuan. Contoh:
| Fatimah telah membaca majalah | قَـرَأَتْ فَاطِـمَةُ الْـمَجَلَّةَ |
| Aisyah telah menulis pelajaran | كَتَبَتْ عَائِشَةُ الدَّرْسَ |
| Saudariku telah mendengar adzan maghrib | سَـمِعَتْ أُخْـتِيْ أَذَانَ الْـمَغْرِبَ |
- Dapat menerima Ta’ Al Fa’il ( تاء الفاعل ) yaitu huruf Ta’ yang berfungsi sebagai kata ganti untuk orang pertama ( تُ ) baik laki-laki maupun perempuan, atau kata ganti untuk orang kedua laki-laki ( تَ ) maupun perempuan ( تِ ). Dan juga berkedudukan sebagai pelaku ( فاعل ) dari suatu kata kerja. Contoh:
| Saya telah membaca majalah | قَـرَأْتُ الْـمَجَلَّةَ |
| Kamu (perempuan) telah menulis pelajaran | كَتَبْتِ الدَّرْسَ |
| Kamu (laki-laki) telah mendengar adzan maghrib | سَـمِعْتَ أَذَانَ الْـمَغْرِبَ |
2 – Fi’il Mudhori’
المضارع هو ما دلّ على حدث يقع في زمان التكلم أو بعده.
Fi’il Mudhari’ adalah kata yang menunjukkan suatu perbuatan atau aktivitas yang terjadi pada saat pembicaraan sedang berlangsung atau setelahnya. (Lihat An Nahwu At Tathbiqy karya Khalid Abdul Aziz, halaman 10).
أو هو كل فعل يدلّ على حصول عمل في الزمن الحاضر أو المستقبل.
Atau setiap fi’il (kata kerja) yang menunjukkan terjadinya suatu perbuatan atau aktivitas pada masa sekarang atau masa yang akan datang. (Lihat Taisiiru Qowa’id An Nahwi Lil Mubtadi’in karya Muhammad bin Shalih Al Usaimin, halaman 26). Contoh:
| Khalid sedang membaca majalah | يَقْـرَأُ خَالِدٌ الْـمَجَلَّةَ |
| Siswa sedang menulis pelajaran | يَـكْتُبُ الطَّالِبُ الدَّرْسَ |
| Saudaraku sedang mendengar adzan maghrib | يَـسْمَعُ أَخِي أَذَانَ الْـمَغْرِبِ |
Fi’il mudhori’ akan menunjukkan suatu perbuatan terjadi pada masa yang akan datang, jika ada petunjuk yang menguatkannya. Contoh:
| Zaid akan membaca al qur’anul karim | سَــيَقْرَأُ زَيْدٌ القُرْآنَ الكَرِيْمَ |
| Orang-orang mukmin kelak akan masuk surga | سَـوْفَ يَدْخُلُ الـمُؤْمِنُوْنَ الجَنَّةَ |
Dan jika ada petunjuk yang menunjukkan waktu terjadinya suatu perbuatan adalah masa sekarang, maka itu untuk masa sekarang. Contoh:
| Zaid sedang membaca al qur’anul karim sekarang | يَقْـرَأُ زَيْدٌ القُرْآنَ الكَرِيْمَ الآنَ |
| Ayahku sedang pergi bekerja sekarang | يَذْهَبُ أَبِيْ إِلَى الـعَمَلِ الآنَ |
Tapi, jika tidak ada petunjuk sama sekali, maka maknanya adalah untuk waktu sekarang.
Fi’il Mudhari’ juga memiliki ciri khusus yang membedakannya dari jenis fi’il yang lain. Ciri tersebut ialah:
- Bisa diawali dengan huruf ( لَــمْ ). Contoh:
| Hisyam tidak menulis pelajaran | لَـمْ يَكْتُبْ هِشَامٌ الدَّرْسَ |
| Ali tidak minum kopi | لَـمْ يَـشْرَبْ عَلِيٌّ القَهْوَةَ |
| Kholid tidak berangkat ke sekolah | لَـمْ يَـذْهَبْ خَالِدٌ إلَى الـمَدْرَسَةِ |
- Bisa diawali dengan salah satu huruf tanfis ( تنفيس ) yang bermakna masa yang akan datang ( استقبال ), yaitu ( سَـــــــ ) dan ( سَــوْفَ ). Contoh:
Firman Allah Ta’la:
| Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata. | “سَيَقُولُ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَ ٱلنَّاسِ.” (البقرة: 142) |
| Dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. | “وَسَيَعْلَمُ ٱلْكُفَّٰرُ لِمَنْ عُقْبَى ٱلدَّارِ.” (الرعد: 42) |
| Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). | “وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ.” (النجم: 40) |
| Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui | “ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ.” (التكاثر: 4) |
Huruf (Sin) dan (Saufa) hanya masuk pada fi’il mudhari’. Kedua huruf ini menunjukkan makna Tanfis, yang berarti Istiqbal (masa yang akan datang). Hanya saja (Sin) menunjukkan masa yang lebih dekat daripada (Saufa). (Lihat At Tuhfatu As Saniyyah Bisyarhi Al Muqaddimah Al Ajrumiyyah karya Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, halaman 15)
- Bisa diawali dengan huruf ( لَنْ النّاصبة ). Contoh:
| Umar tidak akan makan yang haram | لَنْ يَـأْكُلَ عُـمرُ الْـحَرَامَ |
| Seorang mukmin tidak akan minum khomr | لَنْ يَشْرَبَ مُؤْمِنٌ الخَمْرَ |
| Badr tidak akan duduk di kursi ini | لَنْ يَـجْلِسَ بَدْرٌ عَلَى هَذَا الكُرْسِيِّ |
- Diawali dengan salah satu huruf mudhara’ah أ, ن, ي, ت yang terkumpul dalam kata (أَنِيْتَ).
Contoh:
| Saya sedang menulis | أَكْتُبُ |
| Kita sedang menulis | َنَـكْتُبُ |
| Dia (laki-laki) sedang menulis | َيَـكْتُبُ |
| Dia (perempuan) sedang menulis atau Kamu (laki-laki) sedang menulis | تَـكْتُبُ |
Huruf Mudhara’ah bisa kita dapati kesemuanya pada surat al baqarah ayat 30, Allah Ta’ala berfirman:
“قَالُوٓا۟ أَتَـجْعَلُ فِيهَا مَن يُـــفْسِدُ فِيهَا وَيَــــسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُــــسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُــــقَدِّسُ لَكَ ۖ
قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَــــعْلَمُونَ.”
Huruf ( قَدْ )
Huruf “Qad” dapat masuk pada dua jenis kata kerja (fi’il), yaitu: Fi’il Madhi dan Fi’il Mudhari’.
- Jika masuk pada Fi’il Madhi, Ia menunjukkan salah satu dari dua makna, yaitu At-Tahqiq (penegasan) atau At-Taqrib (Kedekatan waktu).
Contoh makna At-Tahqiq (penegasan):
| Sungguh beruntung orang-orang yang beriman | قوله تعالى: “قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ.” (المؤمنون: 1) |
| Sungguh Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin | وقوله تعالى: “لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ.” (الفتح: 18) |
| Muhammad benar-benar telah hadir | قَدْ حَضَرَ مُحَمَّدٌ |
| Khalid benar-benar telah safar | قَدْ سَافَرَ خَالِدٌ |
Contoh makna At-Taqrib (Kedekatan waktu):
| Shalat akan segera didirikan | قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ |
| Matahari hampir terbenam | قَدْ غَرَبَتِ الشَّـمْسُ |
- Jika masuk pada Fi’il Mudhari’, ia juga menunjukkan salah satu dari dua makna, yaitu At-Taqlil (jarang atau kadang-kadang) atau At-Taktsir (sering atau banyak terjadi).
Contoh makna At-Taqlil (jarang atau kadang-kadang):
| Terkadang seorang pembohong itu berkata jujur | قَدْ يَصْدُقُ الْكَذُوبُ |
| Terkadang orang kikir itu dermawan | قَدْ يَـجُودُ الْبَخِيلُ |
| Terkadang orang yang kurang pandai bisa sukses | قَدْ يَنْجَحُ الْبَلِيدُ |
Contoh makna At-Taktsir (sering atau banyak terjadi):
| Seringkali orang yang bersungguh-sungguh meraih cita-citanya | قَدْ يَنَالُ الـمُجْتَهِدُ بُغْيَتَهُ |
| Seringkali orang yang bertakwa melakukan kebaikan | قَدْ يَفْعَلُ التَّقِيُّ الـخَيْرَ |
(Lihat At Tuhfatu As Saniyyah Bisyarhi Al Muqaddimah Al Ajrumiyyah karya Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, halaman 15)
3 – Fi’il Amr
الأمر هو ما دلّ على حدث يُطلَب حصولُه بعد زمان التكلم
Fi’il Amr adalah kata yang menunjukkan suatu perbuatan yang diminta untuk dilakukan setelah waktu pembicaraan. (Lihat An Nahwu At Tathbiqy karya Khalid Abdul Aziz, halaman 11).
Contoh:
| Tulislah | اُكْــتُبْ |
| Bukalah | اِفْــتَحْ |
| Duduklah | اِجْـــلِسْ |
Adapun ciri-ciri Fi’il Amr yaitu menunjukkan makna perintah serta dapat menerima Ya’ al Mukhatabah. Contoh:
اِفْـــتَحْ
Kata ini dikategorikan sebagai Fi’il Amr, karena menunjukkan makna perintah dan bisa menerima Ya’ al Mukhatabah. Maka, kita bisa mengatakan اِفْـــتَحِيْ jika perintah ditujukan kepada seorang perempuan. Begitu juga:
| اُكْــتُبِــيْ | اُكْــتُبْ |
| اِجْــلِسِــيْ | اِجْــلِسْ |
| اِسْــمَعِــيْ | اِسْــمَعْ |
Catatan:
- Jika ada sebuah kata menunjukkan makna perintah tetapi tidak bisa menerima Ya’ al Mukhatabah, contoh: صَــهٍ yang bermakna diamlah, maka itu bukanlah Fi’il Amr, melainkan Isim Fi’il Amr.
- Dan jika sebuah kata bisa menerima Ya’ al Mukhatabah tetapi tidak menunjukkan makna perintah, contoh: تَــكْتُبِــيْنَyang bermakna kamu (pr) sedang menulis, maka itu juga bukan Fi’il Amr, melainkan Fi’il Mudhari’.
Kajian bahasa arab ini diasuh langsung oleh:
Ustadz Mustaqim, Lc.
Guru Bahasa Arab Pesantren Bina Insan Kamil – DKI Jakarta


