Yakob Nimroudi Arsitek Hubungan Israel – Iran era Syah Pahlevi

Yakob Nimroudi: Arsitek Hubungan Israel – Iran era Syah Pahlevi

Ketika mencari bahan bacaan tentang hubungan Iran dengan Israel saya berusaha mencari sumber dari Bahasa Persia, sekaligus melatih kebiasaan membaca bahasa Persia karena saya sedang belajar otodidak bahasa ini. Lalu saya menemukan artikel seorang penusli Iran, Mohamed Reza Sardari di situs radiozamaenh.com.

Salah satu yang saya baca adalah:

نیمرودی پس از انقلاب بارها درباره ضرورت براندازی جمهوری اسلامی سخن گفته بود. او در مصاحبه‌ها و خاطراتش از تلاش برای بازگرداندن نظام شاهنشاهی حمایت کرده و گفته بود این اقدام برای منافع غرب و اسرائیل حیاتی است. در برنامه‌ای تلویزیونی، صراحتاً از مردم ایران خواسته بود خمینی را خلع کنند و از غرب خواسته بود آموزش و تجهیز نیروهای ضد حکومتی را آغاز کند. همچنین در سال‌های بعد، در مذاکراتی با ژنرال‌های پیشین ارتش شاه، طرح‌هایی برای کودتا با حمایت مالی و تسلیحاتی اسرائیل مطرح شد. نیمرودی خود را نه عامل مستقیم، بلکه حلقه واسط در برنامه‌ریزی و حمایت از تغییر رژیم ایران معرفی می‌کرد. از این رو می‌توان گفت اسرائیل محلی برای استقرار براندازان جمهوری اسلامی و لانه توطئه برای بازگرداندن دوباره خاندان و رجال پهلوی به قدرت بوده است.

“Setelah revolusi, Nimrudi berulang kali berbicara tentang perlunya menggulingkan Republik Islam. Dalam wawancara dan memoarnya, ia mendukung upaya untuk memulihkan monarki dan mengatakan bahwa langkah ini sangat penting bagi kepentingan Barat dan Israel. Dalam sebuah program televisi, ia secara eksplisit menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan Khomeini dan meminta Barat untuk mulai melatih dan mempersenjatai pasukan anti-pemerintah. Selain itu, pada tahun-tahun berikutnya, dalam negosiasi dengan mantan jenderal tentara Shah, rencana kudeta dengan dukungan finansial dan senjata dari Israel diangkat. Nimrudi memperkenalkan dirinya bukan sebagai agen langsung, tetapi sebagai perantara dalam perencanaan dan dukungan perubahan rezim di Iran. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Israel adalah tempat untuk menggulingkan Republik Islam dan sarang konspirasi untuk memulihkan dinasti Pahlavi dan orang-orangnya ke tampuk kekuasaan.”

Demikian pernyataan Mohamed Reza Sardari dalam artikelnya berbahasa Persia: (روابط ایران و اسرائیل در دوره پهلوی دوم چگونه بود؟ و انقلاب اسلامی چه تاثیری بر این روابط گذاشت؟)

Siapakah Nimroudi itu? Baik kita coba lacak dari berbagai sumber:

Ketika kita membahas hubungan Iran-Israel hari ini, yang terbayang adalah permusuhan abadi: retorika “Setan Besar” dan “Setan Kecil”, roket dari Gaza ke Tel Aviv, serta ancaman nuklir. Namun, hanya 50 tahun lalu, kedua negara itu pernah menjalin aliansi militer-intelijen yang begitu erat sehingga seorang perwira Mossad Israel bisa menjadi “tangan kanan” tak resmi Shah Iran. Orang itu Bernama: Yaakov (Jacob/Yaacov) Nimrodi, figur yang jarang disebut di media mainstream, tapi perannya krusial dalam sejarah Timur Tengah modern.

Nimrodi, lahir di Baghdad tahun 1926 dari keluarga Yahudi Irak, bukanlah diplomat biasa. Ia adalah perwira intelijen Palmach dan Mossad yang pada 1955–1959 mendirikan dan memimpin stasi Mossad pertama di Tehran. Kemudian, pada 1960 hingga 1969 (bahkan hingga 1974 menurut beberapa catatan), ia menjabat sebagai atase militer Israel di Iran, sekaligus perwakilan Kementerian Pertahanan. Dalam posisi itu, ia bukan hanya menjual senjata Uzi, radar, dan rudal, melainkan juga melatih SAVAK (polisi rahasia Shah), memfasilitasi pertukaran intelijen anti-Soviet dan anti-Pan-Arabisme, serta mengatur pipa minyak Eilat-Ashkelon yang menyelamatkan Israel dari boikot Arab pasca-Perang Enam Hari 1967.

Baca Juga:  Fakta Dan Hoax Seputar Suriah Yang Disebarkan Oleh Aktivis Pro Syi'ah

Di era Syah, atau sebelum revolusi, Mohammad Reza Shah Pahlavi menganut kebijakan luar negeri yang selalu berbasis national interest, bukan ideologi agama atau sentimen massa. Shah melihat Israel sebagai mitra non-Arab yang bisa menyeimbangkan ancaman Nasser di Mesir dan pengaruh Soviet, sekaligus membuka pintu dukungan Amerika. Bagi Israel, Nimrodi adalah pelaksana doktrin “periphery alliance” Ben-Gurion: mencari sekutu di pinggiran dunia Arab untuk kelangsungan hidup negara Yahudi. Kerjasama ini begitu dalam sehingga Nimrodi disebut “No Israeli representative in Iran during the Shah’s regime was more significant or influential than Nimrodi.” Ia bahkan ikut dalam operasi rahasia seperti pengambilan MiG-21 Irak tahun 1966.

Namun, justru di sinilah letak tragedi (atau ironinya). Aliansi ini dibangun secara rahasia karena Shah takut oposisi ulama dan nasionalis Iran. Nimrodi sendiri, dengan latar belakang Arab-Yahudi-nya, fasih berbahasa Arab dan memahami budaya Timur Tengah, menjadi jembatan yang sempurna—tapi juga rapuh. Tapi tentu Nimrodi tidak goblok seperti Avichay ataupun Edy Cohen.

Ketika Revolusi 1979 meledak, seluruh bangunan itu runtuh dalam sekejap. Kedutaan Israel di Tehran diserahkan kepada PLO, dan Nimrodi—yang sempat melanjutkan bisnis senjata pasca-revolusi melalui skandal Iran-Contra—menjadi simbol “pengkhianatan” dalam narasi baru Republik Islam. Padahal, yang ia lakukan hanyalah menjalankan perintah national interest kedua negara saat itu.

Peran Utama dalam Hubungan Iran-Israel (1950-an–1979)

Nimrodi adalah figur paling berpengaruh di pihak Israel dalam aliansi rahasia dengan Iran era Shah. Dia sering disebut sebagai “the man who ran Mossad’s station in Tehran” dan “No Israeli representative in Iran during the Shah’s regime was more significant or influential than Nimrodi.”

Berikut peran konkretnya:

  1. Pendiri Stasi Mossad di Tehran (1955–1959)
    • Masuk Iran pertama kali pada 20 Januari 1956 melalui Turki dan menjadi mata-mata Israel pertama di sana.
    • Mendirikan dan memimpin kantor Mossad di Tehran dengan cover diplomatik/komersial.
    • Tugas utama: Membantu eksodus Yahudi Irak ke Israel dan membangun jaringan intelijen Israel di Iran serta kawasan Teluk Persia.

    2. Military Attaché Pertama Israel di Tehran (1960–1969/1974)

      • Ditunjuk sebagai perwakilan resmi Kementerian Pertahanan Israel dan military attaché di kedutaan tidak resmi Israel di Tehran.
      • Menjadi penghubung utama antara Israel dan pemerintah Shah.

      3. Pilar Kerjasama Intelijen Mossad–SAVAK

        • Memberikan pelatihan, nasihat, dan bantuan teknis kepada SAVAK (badan intelijen dan keamanan rahasia Shah yang didirikan 1957).
        • Memfasilitasi pertukaran intelijen tentang ancaman bersama: Pan-Arabisme (Nasser), komunisme Soviet, dan pemberontakan regional.
        • Hubungan Mossad–SAVAK sangat erat; Nimrodi menjadi kunci pembentukan kerjasama ini sejak akhir 1950-an.
        Baca Juga:  Pawai Sejuta Umat untuk Syariat Islam di Sudan

        4. Penjualan Senjata dan Kerjasama Militer

          • Mengatur penjualan senjata Israel ke Iran dalam skala besar (Uzi, mortir, radar, rudal, dan sistem canggih lainnya).
          • Koordinasi pelatihan militer Iran oleh Israel, termasuk pelatihan bodyguard Shah.
          • Bagian dari “periphery alliance” (aliansi pinggiran) Israel dengan Iran dan Turki untuk mengimbangi kekuatan Arab.

          Peran Nimrodi mengingatkan kita bahwa permusuhan Iran-Israel bukanlah takdir sejarah, melainkan konsekuensi perubahan rezim dan ideologi. Di era Pahlavi, kedua pihak bisa bekerja sama karena melihat ancaman yang sama: komunisme dan nasionalisme Arab radikal. Hari ini, ideologi revolusioner Khomeini menggantikan pragmatisme Shah, dan Israel melihat Iran sebagai eksistensial threat. Nimrodi, dengan memoarnya Yemei Tehran, meninggalkan catatan berharga: diplomasi rahasia bisa menciptakan perdamaian sementara, tapi tanpa dukungan rakyat dan transparansi, ia akan lenyap saat angin politik berubah.

          Ibrah: Akan banyak Nimrodi lain di seluruh negeri muslim.

          Bagi generasi muda di Iran dan Israel yang lahir pasca-1979, kisah Nimrodi patut dibaca ulang. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk pelajaran: kepentingan nasional bisa lebih kuat daripada kebencian ideologis—jika pemimpin berani memilihnya. Di tengah ketegangan nuklir dan proxy war saat ini, sosok seperti Nimrodi mengingatkan bahwa musuh hari ini bisa saja pernah menjadi mitra strategis. Realpolitik tidak dianggap sebagai dosa atau pengkhianatan, melainkan seni bertahan hidup di Timur Tengah yang keras dan kejam.

          Nimrodi hanyalah symbol bahwa Israel dan barat secara umum, itu jahat, tapi mereka tidak bodoh seperti negeri yang menggembok kardus untuk kotak suaranya. Mereka lebih dulu melakukan operasi rahasia di dalam negeri yang jadi tareget. Banyaknya sasaran presisi di Iran yang menewaskan para pemimpin mereka menjadi bukti bahwa expansi ke suatu negeri telah direncanakan dengan matang jauh-jauh tahun.

          2 April 2026
          Ustadz Anshari Taslim, Lc.
          Mudir Pesantren Bina Insan Kamil – DKI Jakarta


          Referensi

          Bahasa Inggris (English):

          • Eitay Mack dalam artikelnya: “The Unwritten History of Israel’s Alliance with the Shah’s Dictatorship” di situs: https://lobelog.com/the-unwritten-history-of-israels-alliance-with-the-shahs-dictatorship/
          • “Yaakov Nimrodi, Israel’s first military envoy to Iran, dies at 97.” The Times of Israel, 22 Agustus 2023.
          • “Our Man in Tehran: Yaakov Nimrodi, Businessman and Former Israeli Intelligence Officer, Dies at 97.” Haaretz, 21 Agustus 2023.
          • Nimrodi, Jacob. Tehran Times (terjemahan memoar). Reviewed dalam Iranian Studies 46 (2013).
          • Wikipedia contributors. “Yaakov Nimrodi.” Diakses 2 April 2026.

          Bahasa Arab (Arabic):

          • “المثلث الإيراني.. ما لم يُحكَ عن الدور الإسرائيلي في صفقة الأسلحة.” Aljadah Media, 9 Januari 2023.
          • “قصّة التعاون الإيراني الصهيوني-الجزء الثالث.” Haqeeqa.net, 4 Januari 2026.
          • “العلاقات الايرانية الاسرائيلية تعاون سري وتاريخي.” Asharq Al-Arabi, 3 Mei 2015.
          • الصراع الإيراني الإسرائيلي: ما بين الجذور التاريخية، ووسائل الإدارة، والانعكاسات المستقبلية (منذ عام 1979), dalam: https://democraticac.de/?p=107787

          Bahasa Persia (Persian/Farsi):

          • “یعقوب نیمرودی.” Tabnak.ir (tag dan artikel terkait).
          • “(روابط ایران و اسرائیل در دوره پهلوی دوم چگونه بود؟ و انقلاب اسلامی چه تاثیری بر این روابط گذاشت؟)”, M Reza Sardari, dalam https://www.radiozamaneh.com/
          Bagikan Artikel:

          ==========================================

          Yuks!, perbanyak amal jariyah dengan ikut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas dakwah islamiyah bersama Pesantren Bina Insan Kamil, salurkan donasi terbaik Antum melalui rekening:

          Bank Syariah Indonesia
          7000 7555 00
          a/n Bina Insan Kamil Pramuka

          Kode Bank: 451

          Konfirmasi Transfer:
          https://wa.me/6282298441075 (Gita)

          Ikuti juga konten lainnya di sosial media Pesantren Bina Insan Kamil:
          Instagram: https://www.instagram.com/pesantrenbik
          Fanspage: https://www.facebook.com/pesantrenbik
          YouTube: https://www.youtube.com/c/PesantrenBIK

          Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

          “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

          Tinggalkan Balasan

          Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *