عَـلاَمَاتُ الاسْمِ
Definisi Isim:
Sebelum kita mengenal ciri-ciri isim, terlebih dahulu kita masuk pada pembahasan definisi isim secara singkat. Dalam kitab An Nahwu At Tathbiqy karya Khalid Abdul Aziz halaman 6, beliau menjelaskan definisi isim sebagai berikut:
هو كلمة دلّت على معنًى في نفسها ولم تقترن بزمان
Isim adalah kata yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri dan tidak berkaitan dengan waktu.
Contoh:
| Muhammad | مُـحَمَّدٌ |
| Aisyah | عَائِشَةُ |
| Buku | كِتَابٌ |
| Pohon | شَـجَرَةٌ |
Ciri-Ciri Isim:
Setelah kita mengetahui apa itu isim, sekarang kita masuk pada pembahasan ciri-cirinya. Isim memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari Fi’il dan Harf. Jika kita menemukan salah satu ciri ini pada sebuah kata, atau kata tersebut bisa menerima ciri ini, maka itulah isim. Adapun ciri-ciri isim ialah: Al Jar (Kasroh), Tanwin, Nida’, Alif-Lam (AL), dan Al Isnad Ilaih.
- Al-Jar (Kasrah)
Jar adalah tanda (harokat) kasrah di akhir kata yang disebabkan oleh suatu amil (faktor penyebab) atau yang menggantikannya, contoh:
| Aku berangkat ke sekolah | ذَهَبْتُ إلَى الـمَدْرَسَةِ |
| Aku sholat ashar di masjid | صَـلَّيْتُ الـعَصْرَ فِي الـمَسْجِدِ |
| Buku diatas meja | الـكِتَابُ عَلَى الـمَكْتَبِ |
| Kunci mobil berwarna hitam | مِـفْـتَاحُ الـسَّيَّارَةِ أَسْـوَدُ |
Setiap kata yang digaris bawahi pada contoh diatas masuk dalam kategori isim, karena ditandai dengan harokat kasroh pada huruh akhirnya.
- Tanwin
Setiap kata yang bisa menerima tanwin adalah isim, contoh:
| Masjid | مَـسْجِدٌ |
| Mobil | سَـيَّارَةٌ |
| Abbas | عَـبَّاسٌ |
| Ustadz | أُسْـتَاذٌ |
Tanwin ada yang berupa harokat dhammah (dhammatain), fathah (fathatain) atau kasroh (kasrotain). Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
( وَجَآءَ رَجُلٌ ) القصص: 20
( أَتَـقْتُلُوْنَ رَجُلاً ) غافر: 28
( أَوْحَــيْنَا إِلَى رَجُـلٍ ) يونس: 2
- Nida’
Yaitu memanggil dengan menggunakan huruf Ya atau dengan salah satu dari huruf-huruf nida’. Jika ada kata yang diawali dengan huruf nida’ atau bisa menerima huruf nida’, maka itulah isim, seperti:
يَا عَلِيُّ، يَا عُـمَرُ، يَا عَـائِشَةُ، يَا فَاطِمَةُ، يَا أُسْـتَاذُ، يَا طَالِبَةُ
Setiap kata yang bergaris bawah pada contoh diatas disebut isim, karena terletak setelah huruf nida’ Ya.
- Alif-Lam (AL)
Diantara ciri isim yang lain ialah diawali dengan Alif-Lam (AL). Seperti:
| Kelas | الْـفَصْلُ |
| Dokter | الـطَّبِيْبُ |
| Papan Tulis | السَّـبُّوْرَةُ |
| Suster | الْـمُمَرِّضَةُ |
Begitu juga seperti dalam Firman Allah Ta’ala:
( كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ) البقرة: 178
- Al Isnad Ilaih
Yaitu setiap kata yang menjadi pokok pembicaraan. Maka setiap kata yang menjadi pokok pembicaraan dalam suatu kalimat pasti berupa isim, contoh:
| Hisyam telah datang Disini kita sedang membicarakan Hisyam dengan kabar atau informasi bahwa dia telah datang. Maka Hisyam disini sebagai pokok pembicarakan. Oleh karena itu kata Hisyam pasti berupa isim. | جَـاءَ هِشَــامٌ |
| Zaid telah membaca al Qur’anul Karim Disini kita sedang membicarakan Zaid dengan kabar atau informasi bahwa dia telah membaca al Qur’an. Maka Zaid disini sebagai pokok pembicaraan. Oleh karena itu kata Zaid pasti berupa isim. | قَـرَأَ زَيْــدٌ القُرآنَ الـكَرِيْمَ |
| Kholid itu cerdas Disini kita sedang membicarakan Kholid dengan kabar atau informasi bahwa dia adalah seseorang yang cerdas. Maka Kholid disini sebagai pokok pembicaraan. Oleh karena itu kata Kholid pasti berupa isim. | خَـالِدٌ ذَكِيٌّ |
| Saya sudah minum kopi Disini kita sedang membicarakan kata ganti Saya dengan kabar atau informasi sudah minum kopi. Maka kata ganti Saya disini sebagai pokok pembicaraan. Oleh karena itu kata ganti Saya pasti berupa isim. | شَـرِبْتُ الْـقَهْوَةَ |
Inilah 5 ciri-ciri khusus yang hanya dimiliki oleh isim dan tidak akan kita jumpai pada fi’il atau harf. Setiap kata yang memiliki salah satu dari ciri-ciri ini, maka itu termasuk isim. Cukup dengan mengenal kelima ciri khusus ini, kita akan mampu mengidentifikasi mana kata yang masuk dalam kategori isim dan mana yang bukan.


